Minggu, 24 Mei 2015

Kreativitas



A. Pengertian Kreativitas

  
      Kreativitas adalah kemampuan untuk membuat sesuatu yang baru dan berbeda entah sifatnya masih imajiner (gagasan) atau sudah diekspresikan dalam bentuk suatu karya. Karya di sini tidak hanya bentuk suatu benda tapi dapat juga berupa berpaduan warna, detail.
Di samping itu pemikiran berbeda namun masih dapat diterangkan dengan penalaran atau logika juga disebut Kreativitas. Ide-ide yang cemerlang atau kecerdasan yang tinggi disebut juga sebagai kreativitas. Kreativitas sifatnya bawaan namun berkembangnya butuh adanya kesempatan dari lingkungan atau butuh pengetahuan yang banyak tentang segala hal dari lingkungan. Kreativitas adalah kegiatan otak yang teratur, komperehensif, dan imajinatif menuju suatu hasil yang orisinil sehingga inovatif dari pada sekedar reproduktif. Kreativitas adalah lawan dari tingkah laku “conformitas”.
Beberapa pendapat para ahli tentang kreativitas.
      1.  Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta. (K B B I)
      2.  Kreativitas adalah pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk 
           terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain. (Clark Moustatis)
      3.  Kreativitas merupakan kemampuan untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya dalampemecahan 
           masalah. (Conny R. Semiawan).
      4. Kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk 
          berkembang dan menjadi matang ,kecenderungan untuk mengekpresikan dan mengaktifkan semua
          kemampuan organisme (Rogers).  
Dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.


B. Proses Kreatif 
     Kreativitas tidak timbul serta-merta, tetapi melalui proses.  Proses kreatif  menurut Bobbi De Porter & Mike Hernacki (2001:301) dalam bukunya Quantum Learning  mengalir melalui lima tahap, hatap-tahap tersebut sebagai berikut :

1. Persiapan : Mendifinisikan masalah, tujuan, atau tantangan.
      2. Inkubasi : Mencerna fakta-fakta dan mengolahnya dalam pikiran.
            3. Iluminasi : Mendesak ke permukaan, gagasan-gagasan bermunculan.
      4. Verifikasi : Memastikan apakah solusi itu benar-benar memecahkan masalah.
5. Aplikasi :Mengambil langkah-langkah untuk menindaklanjuti solusi tersebut
 

C. Ciri-ciri Kreativitas
            Setelah kita mengetahui tahap-tahap bagaimana kreativitas tercipta, berikutnya kami akan uraikan bagaimana ciri-ciri orang yang kreatif itu. Menurut David Cambell ciri-ciri kreativitas ada tiga kategori:
      1.  Ciri-ciri pokok : kunci untuk melahirkan ide, gagasan, ilham, pemecahan, cara baru, penemuan.    
      2.  Ciri-ciri yang memungkinkan : yang membuat mampu mempertahankan ide-ide kreatif, sekali sudah  
           ditemuka tetap hidup.
      3.  Ciri-ciri sampingan : tidak langsung berhubungan dengan penciptaan atau menjaga agar ide-ide yang   
           sudah ditemukan tetap hidup, tetapi kerap mempegaruhi perilaku orang-orang kreatif.

D. Faktor-faktor Yang Dapat Mempengaruhi Berkembangnya Kreativitas  

     Mengenai faktor apa saja yang dapat mempengaruhi berkembangnya kreativitas seseorang, berikut ini menurut David Campbel (dalam Mangun-hardjono, 1986) menjelaskan ada beberapa faktor yang mempengaruhi, yaitu:
1. Faktor genetik.
2. Adanya keterbukaan dalam kelaurga.
3. Adanya kebebasan psikologis.
4. Kehidupan yang sering berpindah-pindah.
5. Tersedianya fasilitas yang memadai untuk mengembangkan bakat.
6. Keberanian dalam mengambil resiko. 

E. Faktor  Penghambat Berkembangnya Kreatifitas adalah sebagai berikut:  
 
a.   Adanya kebutuhan akan keberhasilan, ketidakberanian dalam menanggung resiko, dan upaya mengejar sesuatu yang belum diketahui 
b.   Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya dan tekanan sosial 
c.   Kurang berani dalam melakukan eksplorasi, menggunakan imajinasi, dan penyelidikan 
d.   Stereotip peran seks 
e.   Diferensiasi antara bekerja dan bermain. 
f.    Otoritarianisme 
g.   Tidak menghargai terhadap fantasi dan khayalan