Sabtu, 25 April 2015

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

PSIKOLOGI PENDIDIKAN
  • Definisi Psikologi Pendidikan
Menurut Tardif (1987), Psikologi Pendidikan adalah sebuah bidang studi yang berhubungan dengan penerapan pengetahuan tentang perilaku manusia untuk usaha-usaha kependidikan. Saya setuju dengan definisi yang dikemukakan oleh Tardif, karena saya sudah menyimpulkan definisi Psikologi Pendidikan dari pendapat para tokoh, bahwa Psikologi Pendidikan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia dalam dunia pendidikan yang meliputi tentang proses-proes dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia yang bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan keefisieanan di dalam pendidikan serta membantu mengatasi permasalahan belajar.
  • Manfaat Mempelajari Psikologi Pendidikan
Adapun manfaat dari mempelajari Psikologi Pendidikan, yaitu :

1. Memahami Perbedaan Siswa (Diversity of Student)
Setiap individu dilahirkan dengan membawa potensi yang berbeda-beda, tidak ada yang sama antara siwa satu dengan siswa yang lainnya. Oleh karena itu, seorang guru harus memahami keberagaman antara siswa satu dengan siswa yang lainnya, mulai dari perbedaan tingkat pertumbuhannya, tugas perkembangannya sampai pada masing-masing potensi yang dimiliki oleh anak. Dengan pemahaman guru yang baik terhadap siswanya, maka bisa menciptakan hasil pembelajaran yang efektif dan efisien serta mampu menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif.

2. Untuk Memilih Strategi dan Metode Pembelajaran
Sebagai sorang pendidik dalam memilih strategi dan metode pembelajaran harus menyesuaikan dengan tugas perkembangan dan karakteristik masing-masing peserta didiknya. Hal ini bisa didapatkan oleh seorang guru melalui mempelajari psikologi terutama tugas-tugas perkembangan manusia. Jika metode dan model pendidikan sudah bisa menyesuaiakan dengan kondisi peserta didik, maka proses pembelajaran bisa berjalan dengan maksimal.

3. Untuk menciptakan Iklim Belajar yang Kondusif di dalam Kelas
Kemampuan guru dalam menciptakan iklim dan kondisi pembelajaran yang kondusif mampu membantu proses pembelajaran berjalan secara efektif. Seorang pendidik harus mengetahui prinsip-prinsip yang tepat dalam proses belajar mengajar, pendekatan yang berbeda menyesuaikan karakteristik siswa dalam mengajar untuk menghasilkan proses belajar mengajar yang lebih baik. Disinilah peran psikologi pendidikan yang mampu mengajarkan bagaimana seorang pendidik mampu memahami kondisi psikologis dan menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif,  sehingga proses pembelajaran di dalam kelas bisa berjalan secara efektif.

4. Memberikan Bimbingan dan Pengarahan kepada Siswa
Selain berperan sebagai pengajar di dalam kelas, seorang guru juga diharapkan bisa menjadi seorang pembimbing yang mempu memberikan bimbingan kepada peserta didiknya, terutama ketika peserta didik mendapatkan permasalahan akademik. Dengan berperan sebagai seorang pembimbing seorang pendidik juga lebih bisa melakukan pendekatan secara emosional terhadap peserta didiknya. Jika sudah tercipta hubungan emosional yang positif antara pendidik dan peserta didiknya, maka proses pembelajaran juga akan tercipta secara menyenangkan.

5. Mengevaluasi Hasil Pembelajaran
Tugas utama guru/pendidik adalah mengajar di dalam kelas dan melakukan evaluasi dari hasil pengajaran yang sudah dilakukan. Dengan mempelajari psikologi pendidikan diharapkan seorang pendidik mampu memberikan penilaian dan evaluasi secara adil menyesuikan dengan kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing peserta didik tanpa membedakan antara satu dengan yang lainnya
  • Metode dalam Mempelajari Psikologi Pendidikan
Metode yang memudahkan saya dalam mempelajari psikologi pendidikan yaitu dengan menggunakan Metode Diskusi, karena dengan menggunakan metode ini besar kemungkinan bagi peserta didik dapat lebih berani untuk mengemukakan pendapatnya dan mempertimbangakan dengan pendapat peserta didik yang lain, tidak hanya berptokan kepada pendidik dan satu pendapat saja.
  • Pertumbuhan dan Perkembangan
Hal yang paling menyenangkan dalam mempelajari pertumbuhan dan perkembangan bagi saya yaitu, kita dapat mengetahui  pengertian pertumbuhan, pengertian perkembangan, contoh-contoh pertumbuhan dan perkembangan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbahan dan perkembangan.
  • Teori Belajar Menurut Tokoh

Teori belajar menurut Clark C. Hul. 
Dalam teorinya ia mengatakan bahwa suatu kebutuhan harus ada pada diri seseorang yang sedang belajar, kebutuhan itu dapat berupa motif, maksud, ambisi, atau aspirasi. Dalam hal ini efisiensi belajar tergantung pada besarnya tingkat pengurangan dan kepuasan motif yang menyebabkan timbulnya usaha belajar individu. Prinsip penguat (reinforcer) menggunakan seluruh situasi yang memotivasi, mulai dari dorongan biologis yang merupakan kebutuhan utama seseorang sampai pada hasil-hasil yang memberikan ganjaran bagi seseorang. Jadi pada diri seseorang harus ada motif sebelum belajar terjadi atau dilakukan.
  • Multiple Intelligence
Inteligensi adalah keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi pada, dan belajar dari, pengalaman hidup sehari-hari.
Inte ligensi yang dominan saya miliki ialah Inteligensi Intrapersonal, karena saya cenderung pendiam namun memikir yang dalam tentang hal-hal yang saya pelajari , senang  belajar dengan menyendiri, dan suka merenung.. Cara saya untuk mengembangkannya yaitu dengan lebih memahami dan keunikan kecerdasan yang saya miliki ini, dan lebih memotivasi diri.
  • Motivasi
Motivasi adalah suatu sugesti atau dorongan yang muncul karena diberikan oleh seseorang kepada orang lain atau dari diri sendiri, dorongan tersebut bermaksud agar orang tersebut menjadi orang yang lebih baik dari yang sebelumnya. Motivasi juga bisa diartikan sebagai sebuah alasan yang mendasari sebuah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang.
Motivasi Internal yang mempengaruhi saya untuk belajar pada jurusan saya yaitu : 
1.      Allah SWT 
2.      Keinginan untuk sukses 
3.      Semangat dalam diri 
4.      Pantang menyerah
Motivasi Eksternal yang mempengaruhi saya untuk belajar pada jurusan saya yaitu : 
1.      Dukungan orang tua, adik, dan keluarga 
2.      Dukungan guru, sahabat, dan orang terdekat 
3.      Lingkungan.
  • Teori Belajar
Teori belajar yang saya sukai dan cocok untuk digunakan pada jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indoneisa yaitu Teori Behavioristik. Teori ini memandang belajar merupakan interaksi stimulus dan respon. Pembelajaran behaviorisme ini mengacu pada pemberian stimulus yang baik untuk memancing individu memberikan respon yang baik terhadap stimulus tersebut, dan bukan terletak pada proses yang baik untuk menciptakan stimulus-respon tersebut. Keberhasilan dalam pembelajaran ini dapat kita ketahui secara konkret dengan adanya perubahan tingkah laku yang ditunjukan oleh individu, dan tingkah laku ini dikatakan “sudah belajar”. Begitupun sebaliknya, bila belum ada perubahan tingkah laku, walaupun individu sudah memahami isi pengetahuan maka individu tersebut dikatakan “belum belajar”.  
  • Ciri-ciri guru yang beraliran Behaviorisme  :

1.      Merencanakan kurikulum dengan menyusun isi pengetahuan menjadi bagian-bagian kecil yang ditandai dengan suatu keterampilan tertentu. Kemudian, bagian-bagian tersebut disusun secara hirarki, dari yang sederhana sampai yang komplek.

2. Mengembangkan kurikulum yang terstruktur dengan menggunakan standar-standar tertentu dalam proses pembelajaran yang harus dicapai oleh para pebelajar.

3.      Proses evaluasi belajar  diukur hanya pada hal-hal yang nyata dan dapat diamati.
4.      Menggerakkan studi dan tingkah laku secara objektif

  • Ciri-ciri guru yang beraliran Humanisme :

1.      Merumuskan tujuan belajar yang jelas
2.      Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas , jujur dan positif.
3.      Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri
4.      Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis, memaknai proses pembelajaran secara mandiri
5.      Siswa di dorong untuk bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukkan apa yang diinginkan dan menanggung resiko dariperilaku yang ditunjukkan.
6.      Guru menerima siswa apa adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif tetapi mendorong siswa untuk bertanggungjawab atas segala resiko perbuatan atau proses belajarnya.
7.      Memberikan kesempatan murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya
8.      Evaluasi diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa.